selamat datang di blog milik mega

2 Jan 2012

MAKALAH
“ ULKUS PORSIO”








Disusun oleh:



D-III KEBIDANAN/D/SEMESTER IV
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN JENDRAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2011
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari program kesehatan dan merupakan titik pusat sumber daya manusia, mengingat pengaruhnya pada setiap orang dan mencakup banyak aspek kehidupan sejak dalam kandungan sampai dengan usia lanjut. Oleh karena itupelayanan reproduksi harus mencakup empat harapan esensial yang mampu memberikan hasil yang efektif dan efisien bila dikemas dalam pelayanan yang terintregrasi, empatkomponen tersebut tercakup didalam pelayanan kesehatan reproduksi esensial yaitukesehatan ibu dan bayi baru lahir, keluarga berencana, kesehatan reproduksi remaja danpencegahan atau penanggulangan penularan penyakit menular seksual (PMS)

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Penulis dapat menerapkan dan mengembangkan pola pikir secara ilmiah dalam memberikanasuhan kebidanan secara nyata serta mendapatkan pengetahuan dalam memecahkan masalah.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus yang akan dicapai adalah mampu melakukan:
1. Merumuskan diagnosa kebidanan dan menentukan prioritas masalah pada klien.
2. Menyusun rencana kebidanan.
3. Melaksanakan tindakan kebidanan.
4. Evaluasi asuhan kebidanan.
C. Manfaat Makalah
1. Dapat mengetahui pengertian Perdarahan diluar haid dan jenis-jenis perdarahan diluar haid.
2. Dapat mengetahui pengertian,penyebab, tanda dan gejala serta penanganan dari ulkus p
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perdarahan Di Luar Haid Patologi
Perdarahan diluar haid adalah perdarahan yang terjadi dalam masa antara 2 haid. Ada dua macam perdarahan di luar haid yaitu metroragia dan menometroragia
1. Metroragia adalah perdarahan dari vagina yang tidak berhubungan dengan siklus haid. Perdarahan ovulatoir terjadi pada pertengahan siklus sebagai suatu spotting dan dapat lebih diyakinkan dengan pengukuran suhu basal tubuh.
2. Menoragia adalah Perdarahan siklik yang berlangsung lebih dari 7 hari dengan jumlah darah kadang-kadang cukup banyak. Penyebab dan pengobatan kasus ini sama dengan hipermenorea.
B. Penyebab Perdarahan Diluar Haid
Ulkus Porsio
1. Pengertian
Ulkus portio adalah suatu pendarahan dan luka pada portio berwarna merah dengan batas tidak jelas pada ostium uteri eksternum .
2. Etiologi
Penggunaan IUD, pemakaian pil, perilaku seksual yang tidak sehat, trauma.
3. Patofisiologi
Proses terjadinya ulkus portio dapat disebabkan adanya rangsangan dari luar misalnya IUD.IUD yang mengandung polyethilien yang sudah berkarat. Bisa juga dari gesekan benang IUD yang menyebabkan iritasi lokal sehingga menyebabkan sel superfisialis terkelupas dan terjadilah ulkus portio dan akhir nya menjadi ulkus. Dari posisi IUD yang tidak tepat menyebabkan reaksi radang non spesifik sehingga menimbulkan sekresi sekret vagina yang meningkat dan menyebabkan kerentanan sel superfisialis dan terjadilah erosi portio.Dari semua kejadian ulkus portio itu menyebabkan tumbuhnya bakteri patogen, bila sampai kronis menyebabkan metastase keganasan leher rahim.
4. Gejala
a. Adanya fluxus
b. Portio terlihat kemerahan dengan batas tidak jelas
c. Adanya kontak berdarah
d. Portio teraba tidak rata
5. Penanggulangan
a. Membatasi hubungan suami istri
Adanya ulkus porsio membuat porsio mudah sekali berdarah setiap kali mengalami gesekan sekecil apapun, sehingga sebaiknya koitus dihindari sampai ulkus sembuh.
b. Menjaga kebersihan vagina
Bila kebesihan vagina tidak dijaga, maka akan dapat memperburuk kondisi porsio, sebab akan semakin rentan terkena infeksi lainnya.
c. Lama pemakaian IUD harus diperhatikan
Efek samping penggunaan IUD dan penanggulangannya
6. Infeksi
a. Gejala :
1) Keluarnya cairan putih yang baru
2) Nyeri perut bagian bawah
3) Suhu ≥ 37ºC
b. Penyebab
Akibat dari pemasangan tidak sesuai dengan standar baku dan tidak steril.
Partner seksual yang banyak dan lama pemakaian IUD.


c. Penanggulangan
Saling setia pada pasangannya
Lama pemakaian IUD harus diperhatika
d. Pengobatan dengan albotyl vagina 1x selama satu minggu.
7. Keputihan
a. Gejala :
Keluarnya cairan jernih, tidak berbau dan tidak ada gatal dari vagina
b. Penyebab
Karena adanya reaksi endometrium.
c. Penanggulangan
1) Menjaga kebersihanvagina agar tidak lembab
2) Sering kontrol, jangan kalau ada keluhan saja
3) USG
d. Pengobatan dengan albotyl 36 % nystatisn 1x / minggu
8. Ekspulsi
a. Gejala
1) Nyeri
2) Terabanya bagian IUD di dalam vagina.
b. Penyebab
1) Karena ukuran IUD yang tidak sesuai
2) Karena letak IUD yang tidak sempurna.
c. Penanggulangan
1) Melepas IUD
2) Pemasangan yang sesuai standar
3) Ukuran IUD disesuaikan dengan ukuran uterus
9. Translokasi IUD
a. Gejala
1) Klien merasakan rasa nyeri yang hebat pada waktu pemasangan
2) Klien tampak menyeringai.
b. Penyebab
1) Pemasangan yang sulit sehingga dilakukan pemaksaan
2) Pemasukan inserter dengan arah yang salah
c. Penggulangan
1) Kolaborasi dengan dokter untuk USG
2) Angkat IUD dengan laparotomi.




BAB III
PENUTUP
A. Penutup
Berdasarkan uraian di ataas dapat disimpulkan bahwa ulkus porsi adalah suatu pendarahan dan luka pada portio berwarna merah dengan batas tidak jelas pada ostium uteri eksternum. Banyak disebabkan karena faktor faktor lain antara lain Penggunaan IUD, pemakaian pil, perilaku seksual yang tidak sehat, trauma. Penanggulannya yaitu :
1. Membatasi hubungan suami istriAdanya ulkus porsio membuat porsio mudah sekali berdarah setiap kali mengalami gesekan sekecil apapun, sehingga sebaiknya koitus dihindari sampai ulkus sembuh.
2. Menjaga kebersihan vagina
Bila kebesihan vagina tidak dijaga, maka akan dapat memperburuk kondisi porsio, sebab akan semakin rentan terkena infeksi lainnya.
3. Lama pemakaian IUD harus diperhatikan.


Daftar pustaka
Referensi
Manuaba, IBG, 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Arcan. Jakarta.
Sarwono, 2000. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jangan lupa coment ya sebelum meninggalkan link ini